Posted by Duddy on Jul 15, '08 10:46 PM for everyone
MELATIH kepedulian pelajar, panitia MOPD SMA Al Muttaqin angkatan VI mengajak siswa baru turun ke jalan. Terinspirasi dari hasil riset KIR SMA Al Muttaqin melalui portofolio terhadap siswa kelas X, mayoritas pelajar jarang membaca, dilihat dari sedikitnya buku yang dimiliki maupun pernah dibaca, baik fiksi maupun nonfiksi. Berdasarkan pertimbangan panitia, guru serta Kepala Sekolah, akhirnya Senin, 14 Juli kemarin panitia dan peserta melaksanakan orasi dengan tema “Budayakan Membaca”. Seperti apakah kegiatan tersebut?

10.14  WIB
Wajah peserta terlihat tegang. Panitia mengumpulkan seluruh peserta di lapangan. Raut bertanya, akan apa? Dengan pakaian semi formal berkaos peserta MOPD, peserta berbaris tertib. Di tangannya, dipegang sebuah karton yang bertemakan ”Budayakan Membaca”. Memang, hari sebelumnya panitia menyuruh membuat kata-kata yang diplomatis dengan tema tersebut. ”Hari ini, kalian akan melakukan orasi ”Budayakan Membaca” dan terkonsentrasi di tiga tempat. Jalan Sutisna Senjaya, Persimpangan RSU, dan alun-alun Tasikmalaya. Tolong berorasi dengan tertib.” ujar Yusi Yustisian, ketua pelaksana MOPD 2008. Pembimbing peserta mulai membimbing dan memberi pengarahan. Sejak keluar dari gerbang sekolah, peserta dan panitia mulai bersuara, ”Budayakan Membaca, Ayo Kita Membaca!”

10.19-11.07 WIB
Sejak di gerbang sekolah hingga di sepanjang perjalanan, divisi dokumentasi panitia dan beberapa fotografer yang sepertinya salah satu wartawan media masa. Beberapa guru dan panitia mengontrol sepanjang jalan.

11.07 WIB
Peserta dan pembimbingnya mulai membagikan stiker dan souvenir yang telah dipersiapkan panitia sebelumnya. Banyak yang peduli akan orasi yang kami lakukan. Stiker yang kami berikan mereka baca dan dimasukkan ke saku atau di simpan di mobil. Dalam waktu tidak lebih dari 35 menit, pembagian di masing-masing tempat telah habis. Semua segera menuju mesjid agung.

11.56 WIB
Di trotoar menuju mesjid agung, ada secarik kertas yang serasa dikenal. Saat diambil, memang benar, sangat dikenal. Itu adalah stiker yang peserta dan panitia MOPD Al Muttaqin berikan tadi. Menurut insting, souvenirnya telah diambil warga yang tadi diberi. Tapi, tak apalah. Agak miris juga hati ini. Tapi, tak apalah. Itu adalah risiko. Semoga saja, setidaknya pemilik stiker tersebut pernah membaca ajakan membaca kami. Sayangnya, kenapa mesti buang sampah sembarangan?

11.59 WIB
Alhamdulillah, sampai juga di mesjid agung. Beberapa panitia telah standby di sana. Dari kejauhan, terlihat guru kami, Bapak In In Kadarsolihin, S.S. selaku Wakasek Kesiswaan dan kepala sekolah, Bapak Dedi Sugandi, S.Pd. serta Kang Duddy R. S., redaktur Harian Umum Priangan. Memang, ia diundang untuk menjadi narasumber setelah isoma.

12.29 WIB
Semua panitia dan peserta menuju tempat shalat akhwat. Yang kami bahas dan diskusikan masih sekitar tema orasi kami. Beberapa ikhwan dan akhwat memberikan kesannya terhadap kegiatan orasi ini. ”Kegiatan turun ke jalan (orasi-red) dan membagikan pesan penting kepada masyarakat baru pertama kali saya lakukan. Saya bangga bisa menyampaikan pesan dan bersyukur bisa sekolah di Al Muttaqin.” aku salah satu peserta.
Dalam diskusi ini, Kang Duddy menyampaikan pesan bahwa membaca tidak hanya buku saja, namun realitas sosial juga musti dibaca.  (Delia/Q-Smart)


yutiariani wrote on Jul 15, '08
wah, udah lama euy ngga turun ke jalan....
azzamq wrote on Jul 15, '08
setiap hari turun ke jalan nich
:D
helmacute wrote on Jul 15, '08
bravo lah buat kang duddy...
Comment deleted at the request of the author.
elyarose wrote on Jul 16, '08
salut kang..
membangun pemuda pemudi berarti turut membangun bangsa indo lho

keep good work deh kang
43fr wrote on Jul 17, '08
kerennnnnn....
Add a Comment
   
© 2009 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corporate · Advertise · Contact · Help